WAITING WITHOUT YOU

Author: Han Sang Jae (chaaicha)

Main Cast:
• Choi Sangjae
• Cho Kyuhyun

Support Cast:
• Choi Minho

Genre : Romance

Rating: PG-15

~Waiting Without You~

Derasnya hujan salju malam ini tidak membuatku ingin beranjak dari kursi yang aku tempati ini. Aku terus memandang lurus ke depan. Mengamati setiap orang yang berlarian mencari tempat berteduh. Sedangkan aku, aku malah hujan-hujanan. Tak peduli akan kesehatanku sekarang.
Namun, tiba-tiba saja kepalaku sudah tidak merasakan derasnya rintikan salju malam itu. Seseorang mempayungiku ternyata.
“jangan hujan-hujanan” perintah orang itu. Oppa ku, Choi Minho
“oppa. Sedang apa disini ?”
“menjemputmu. Ayo pulang Sangjae. Eomma sudah menunggu untuk makan malam”
“tapi oppa”
“sudahlah, lusa tahun baru lho. Masa kau mau sakit saat tahun baru ?”
“baiklah”
***
Aku kembali lagi. Ke sini. Tempat yang penuh kenangan diriku bersama dirinya. Tempat pertama kali kami bertemu dan juga tempat terakhir kali kami bertemu.
Flashback*
Aku terus melempar beberapa batu ke dalam sungai Han. Ini semua untuk menumpahkan kekesalanku pada Minho oppa. Minho oppa, lagi-lagi dia membohongiku tentang BoyBand favorite ku.
Minho oppa bilang, Kalau Super Junior akan mengadakan konser di daerah tempat tinggalku. Mendengar kabar itu jelas membuatku senang. Aku segera mengumpulkan semua uang jajanku.
Setelah hampir sebulan, ternyata Minho oppa baru bilang kalau sebenarnya Super Junior tidak konser di daerah kami. Itu ia lakukan agar aku bisa meminjamkannya uang untuk membeli hadiah ulang tahun pada pacarnya.
“kalau kau terus melempar batu ke sana. Sungai Han bisa menjadi dangkal” ucap seorang namja
“siapa kau? Apa urusan kau dengaku ?” tanyaku pada namja tukang ikut campur ini
“aku? Aku Kyumin. Urusannya denganku adalah karena kau merusak alam ini” ucapnya
Aku melengos mendengar jawabannya. Benar-benar namja tukang ikut campur. Aku segera melangkahkan kakiku meninggalkan namja ini.
“kau mau kemana? Sebagai hukuman telah merusak sungai Han. Kau harus membelikanku video game” ucapnya setengah teriak
“hah ?” jujur saja aku dibuat bingung oleh namja ini. Aku dan dia tidak saling mengenal. Tiba-tiba dia memarahiku gara-gara membuang batu ke sungai. Dan sekarang sebagai hukumannya aku harus membelikannya video game. Mau apa sih dia ?
“kau harus membelikanku video game” ulangnya saat ia berada di sebelahku
“namja aneh! Dengar, pertama aku dan kamu tidak saling mengenal. Kedua, hakku dong kalau mau melempar batu ke sungai. Ketiga, apa hak mu menyuruhku membelikan video game” ucapku padanya
Namja itu tersenyum evil padaku, “aku sih sudah mengenalkan diriku padamu. Tinggal kamu aja yang belum memperkenalkan diri padaku”
“apa penting? Aishhhh, mengapa aku harus meladeni namja aneh seperti kau. Lebih baik aku pulang” ucapku langsung lari menuju rumah.
***
Pertemuan pertama yang tidak baik. Namun anehnya, setelah itu wajah namja itu selalu terbayang. Dan….aku kangen padanya. Padahal kami baru pertama kali bertemu. Aku dan dia bahkan tidak saling kenal. Ehh maksudku, dia saja tidak mengenal diriku.
Terkadang saat aku melamun. Wajah namja itu terbayang sambil tersenyum padaku. Aishhh, mengingat senyumnya itu benar-benar indah.
“sangjae, bisa bantu eomma berbelanja ?” tanya eomma menghilangkan pikiranku pada namja itu
“Ah, ne eomma” ucapku sambil menghampiri eomma.
***
Setelah membeli barang yang di minta oleh eomma. Aku berjalan melewati trotoar ini untuk segera sampai ke rumah.
Langkahku terhenti saat melihat segerombolan orang sedang berdiri di depan toko elektronik. Karena penasaran, aku segera menghampirinya.
“hwaaaa, Donghae oppa tampan sekali” ucap seorang anak sma yang berdiri di sebelahku
Ternyata gerombolan orang itu adalah orang-orang yang sedang menonton aksi Super Junior di televise yang di pajang di etalase toko ini.
Di sana terlihat 13 namja idolaku yang sedang bernyanyi sambil menari lagu sorry-sorry. Pandanganku terhenti pada magnae dari grup ini. Cho Kyuhyun. Dia sedang asik menari. Dan saat kamera men-shootnya, ia menghadapinya dengan tatapan coolnya. Tampan.
Brukkk
Tiba-tiba seorang anak sma menabrakku. Ia sengaja agar bisa menonton idolanya dengan mudah. Jangankan untuk minta maaf, anak itu saja seperti tidak sadar kalau ia tadi menabrakku.
“gwenchana ?” tanya seseorang sambil membantuku berdiri
“Minho oppa, sedang apa kau disini ?” tanyaku pada orang yang ternyata oppaku sendiri
“baru aja pulang kuliah. Lah kamu lagi ngapain? Nonton tv di tempat kayak gini?”tanya Minho oppa lalu mengintip acara yang sedang aku tonton tadi
“pantesan, kau sampai rela jatoh untuk melihat acara itu” ucapnya
***
Salju yang menumpuk di jendela kamarku membuatku ingat hari itu lagi. Hari dimana namja itu mengajakku kencan untuk pertama kalinya. Semua kenangan tiba-tiba terlintas lagi. Kenangan manis yang tidak akan pernah aku lupakan.

Flashback*
Lagi-lagi aku kembali ke sini. Kali ini, karena aku mempunyai masalah dengan sahabatku. Dan lagi-lagi tempat ini menjadi tempat pelampiasan kekesalanku dengan cara melempar-lempar batu ke sungai Han.
Dan tidak tau mengapa. Sekarang aku berharap bisa bertemu dengan namja yang menegurku di sungai Han beberapa waktu lalu. dan tentunya juga berkenalan dengannya.
Sudah hampir satu jam aku menunggunya. Berharap dia muncul sambil berlagak sok kenal denganku. Ah, aku lagi-lagi merindukan namja itu.
“kau merindukanku ?” ucap seorang namja sambil duduk di sebelahku
“yaa! Kau namja yang waktu itu kan?” ucapku tidak percaya
“kulihat dari tadi kau seperti menunggu orang. Pasti menungguku kan ?” ucapnya pd sambil menyunggingkan senyum evilnya
“pd sekali kau” ucapku
“orang tuaku memang mengajarku untuk bersikap pd. Hmm oiya, waktu itu kau belum memperkenalkan dirimu. Jadi, siapa namamu ?” tanya orang itu
“Choi Sangjae. Panggil saja Sangjae” ucapku memperkenalkan diri
“baiklah Sangjae-ssi. Kau sedang apa sore-sore begini berada di sungai Han ?” tanya Kyumin
“aku sedang sebal dengan sahabatku. Jadi aku mau melampiaskannya di sini” jawabku jujur
“dengan cara melemparkan batu ke sungai Han lagi ?” tanyanya, aku mengangguk. “itu kan sudah ku bilang merusak lingkungan. Hmm, bagaimana kalau ku ajak kau ke tempat untuk melampiaskan amarahmu. Bagaimana ?” usulnya
“baiklah”
***
Kami sampai di sebuah tempat ski-ing yang sangat indah. Sebuah arena ski-ing yang berada di taman kota.
“cepat pakai ini” ucap Kyumin oppa sambil memberikanku sebuah sepatu
Aku segera memakainya, “tapi aku tidak bisa bermain ski”
Kyumin oppa tersenyum padaku, “akan aku ajarkan” ucapnya sambil mengulurkan tangannya padaku.
Kami berdua pun akhirnya bermain di arena ski ini. Benar-benar malam indah. Ku lihat wajah Kyumin yang tertawa lepas malam itu. Benar-benar tampan.
Namun, tidak tau mengapa. Aku merasa wajah Kyumin oppa itu sangat familiar. Sepertinya aku sering melihat wajah seperti itu.
“bagaimana ? kau senang Sangjae ?” tanyanya masih membimbingku bermain
“ne oppa. oiya, permainan ice scattingmu bagus juga yaa” puji ku pada Kyumin oppa. wajahnya tiba-tiba saja memerah setelah mendengar ucapanku.
“hyungku yang mengajarinya”
***
Setelah kejadian itu aku semakin dekat dengannya. Kami sering bertemu walau hanya untuk menonton film. Kebetulan, Kyumin oppa juga lah seorang ELF. Jadi, kami juga sering mengobrol tentang Super Junior.
Kyumin oppa banyak mengetahui tentang Super Junior. Bahkan semua rahasia Super Junior dia ketahui. Dari yang banyak tertulis di internet sampai yang masih benar-benar rahasia. Katanya hyungnya adalah orang yang dekat dengan Super Junior, makanya dia mengetahui banyak hal.
***
Kyumin oppa merupakan namja ketiga yang berarti dalam hidupku. Semua tentangnya benar-benar membuatku selalu tersenyum. Bahkan aku hanya bisa tertawa terbahak-bahak saat bersama dirinya.
Namun, jujur saja aku masih merasa familiar dengan wajah Kyumin oppa. sepertinya sebelum kami bertemu di sungai Han waktu itu. Aku sudah mengenalnya lebih dahulu.
Malam ini aku dan Kyumin oppa berjanji untuk bertemu di tepi sungai Han. Kebetulan hari ini adalah malam tahun baru. Siapa tau Kyumin oppa mengajakku untuk merayakan malam tahun baru bersama ? hahaha
***
Sudah hampir dua jam aku terus menunggu di tepi sungai Han ini. Namun Kyumin oppa belum menampakkan batang hidungnya. Saat aku telfon, Hpnya tidak bisa di hubungi. Benar-benar membingungkan.
Aku memperhatikan banyak pasangan yang berlalu lalang di hadapanku. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Aku tersenyum miris sambil melihatnya. Andai saja aku bisa seperti itu dengan Kyumin oppa.
Ah, khayalanku benar-benar membuatku berharap lagi. Sujujurnya, sejak pertama kali bertemu dengannya aku sudah mulai mengaguminya.
Namun seiring berjalannya waktu, rasa kagumku berubah jadi suka, lalu sayang dan yang terakhir cinta. Yaa, aku memang sudah menyukai namja ini. Membayangkan wajahnya benar-benar membuatku terus tersenyum.
“mianhae aku terlambat” ucap seorang namja yang ku yakini dia adalah Kyumin oppa
“akhirnya kau datang juga oppa. emm, kalau boleh tau ada apa kau mengajakku bertemu ?” tanyaku sudah tidak sabar. Aku harap Kyumin oppa menyatakan cintanya padaku. Berharap tidak masalah bukan ?
“ada yang ingin aku katakan” ucapnya menggantung
“mwo ?”
“sepertinya kita tidak bisa bertemu lagi”
“wae ?”
“mulai hari ini, Aku harap kau bisa melupakanku. Anggap saja semua kenangan selama sebulan ini tidak pernah terjadi. Arraeso ?” ucapnya dingin
Air mata mulai menumpuk di kelopak mataku. Aku terus menahan air mata ini agar tidak jatuh. “kenapa ? kenapa tiba-tiba oppa berkata seperti itu ?” ucapku sedikit terisak
“karena kita berbeda” ucapnya lebih dingin dari sebelumnya
“berbeda? Maksud oppa ?”
“namaku bukan Kyumin. Namaku……. Cho Kyuhyun. Aku anggota Super Junior” ucapnya dingin dan kali ini memandang lurus ke sungai Han
“maksud oppa ? kau Kyuhyun. Lalu kenapa kau memperkenalkan diri sebagai Kyumin ? kau jahat oppa” ucapku sambil menangis. Air mataku benar-benar sudah tidak bisa di tahan lagi
“aku hanya ingin mempermainkanmu” ucapnya
“mwo ?”
“aku hanya ingin mempermainkanmu. Waktu itu kulihat kau sedang sendirian di pinggir sungai Han. Makanya aku berinisiatif untuk mengganggumu. Tapi ternyata kau malah terpikat padaku. Dasar yeoja bodoh”
Plakk
Sebuah tamparan dari tanganku mendarat di pipinya yang mulus itu. “aku membencimu oppa” ucapku lalu segera pergi dari tempat itu.
***
Sejak peristiwa itu aku sama sekali sudah tidak berhubungan lagi dengan Kyumin oppa. atau lebih tepatnya ku sebut Kyuhyun oppa.
Kalau boleh jujur sebenarnya aku sangat membenci Kyuhyun oppa. namun, jauh di lubuk hatiku yang paling dalam aku masih sangat mencintainya. Sangat susah untuk melupakan orang yang pernah kita sayang bukan ?
Hari ini adalah penghujung tahun ini. Nanti malam tahun baru 2012 akan segera datang. Lagi-lagi aku kembali ke sungai Han ini. Rasanya benar-benar miris. Di tempat inilah kami bertemu dan di tempat ini pula kami harus berpisah.
Aku segera meninggalkan tempat ini. Takut kalau air mataku nanti segera tumpah bila mengingat kejadian di sungai Han.
Aku segera mempercepat langkahku meninggalkan sungai Han. Tanpa sengaja aku bertabrakan dengan seseorang.
“auww” rintihku karena tidak sengaja tangaku tertusuk batu yang ada di jalan setapak ini
“gwenchana ?” tanya namja yang menabrakku
Saat ku lihat wajahnya. Wajah yang sangat familiar terlihat. Lagi-lagi aku bertemu dengan dirinya di sungai Han ini.
“mianhamnida” ucapku lalu segera bangun dan meninggalkan namja bertopi ini
“Choi Sangjae. Tunggu” ucapnya sambil memegang tanganku
Aku berusaha melepas pegangan tangannya yang sangat kencang ini.
“lepaskan. Ku mohon lepaskan” ucapku sedikit menangis. Aku belum sanggup bertemu dengan namja ini
“ada yang ingin aku bicarakan. Dengarlah” ucapnya
“mwo ? apakau mau bilang kalau kau menyesal bertemu denganku lagi ?” ucapku benar-benar sudah menangis
“Sangjae. Berhentilah” ucapnya sambil memeluk diriku
Ku rasakan hangat tubuhnya yang sangat aku rindukan. Ia pun mengelus pelang rambutku. Benar-benar perlakuan yang sangat berbeda dengan ucapannya setahun yang lalu.
Aku hampir terhanyut dalam kenanganku dulu. Aku sadar. Aku sadar kalau perkataan Kyuhyun setahun yang lalu memang benar. Aku dan dia sangatlah berbeda.
Aku segera melepas pelukan ini, “aku merindukanmu” ucapnya sambil memegang wajahku
“lepaskan” ucapku sambil menurunkan tangannya, “kau sedang mempermainkanku lagi ?” ucapku dingin
Sebenarnya aku juga ingin mengatakan bahwa aku juga merindukannya. Tapi, aku takut. Aku takut kali ini Kyuhyun oppa lagi-lagi mempermainkanku.
“mianhamnida. Waktu itu aku…” ucapnya menggantung
“aku tau kita berbeda oppa. aku hanyalah yeoja biasa sedangkan kau adalah anggota Super Junior. Boyband terkenal di seluruh dunia”
“Sangjae. Aku….”
“sudahlah oppa. mungkin bagimu aku hanya yeoja babo yang dengan mudahnya terpikat dengan namja sepertimu. Aku sudah menyadarinya sekarang. Dan untuk tamparan setahun yang lalu. mianhamnida. Jeongmal mianhamnida” ucapku
Aku segera menjauh dari hadapan Kyuhyun oppa. aku benar-benar sudah tidak tau harus berkata apa-apa lagi.
***
“kau kenapa ?” tanya Minho oppa saat aku memasuki rumah
“anio” jawabku singkat sambil berlari menuju kamar
Aku segera merebahkan diriku di kasur. Tak terasa, air mataku lagi-lagi mengalir mengingat kejadian tadi.
Sejujurnya aku sangat bahagia melihat wajahnya lagi dari dekat. Tapi aku sadar, aku hanyalah seorang yang beruntung pernah dekat dengan Cho Kyuhyun. Walaupun Kyuhyun mendekatiku karena mempermainkanku.
Drtt drtt
Getaran Hp yang ku taro di tas begitu terasa. Dengan rasa malas aku segera mengambil dan membaca isi sms yang di kirimkan untukku.
From: Kyuhyun
Aku tunggu di sungai Han. Aku akan menunggumu.
Sms dari Kyuhyun oppa? yaa memang aku belum menghapus nomernya. Bahkan smsnya pun masih lengkap ada di hpku. Aku hanya mengubah namanya yang tadinya ‘Kyumin’ menjadi ‘Kyuhyun’.
‘Sungai Han ? untuk apa ?’ batinku. Aku segera melihat jam dinding yang ada di kamarku. Sudah jam setengah 12 malam. Apa artis seperti Cho Kyuhyun masih menunggu di tempat itu ?
Aku segera mengambil mantel yang menggantung di dekat tempat tidurku. Setelah itu aku segera turun dan pergi ke sungai Han. Tak tau mengapa perasaanku berkata bahwa Kyuhyun oppa masih berada di sana.
***
“sepertinya aku di permainkannya lagi” ucapku sambil berbalik meninggalkan sungai Han
“tunggu Sangjae” teriak seseorang yang berasal dari arah sungai Han
“Kyuhyun oppa” ucapku saat melihat namja yang sedang berdiri sambil tersenyum kepadaku di tepi sungai Han
Aku segera menghampirinya. Tak tau mengapa, saat aku menghampirinya. Kyuhyun oppa terlihat benar-benar bahagia. Apa ini hanya kegeeranku saja ?
“akhirnya kau datang juga” ucapnya sambil tersenyum padaku
“waeyo ?”
“aku ingin menjelaskan semuanya. Mianhae. Waktu itu aku terpaksa berkata seperti itu. karena, waktu itu hubungan kita sudah mulai terdengar oleh management. Aku takut mereka mencelakakanmu. Makanya aku berkata demikian supaya kau bisa menjauh dariku. Tapi setelah kau menamparku, aku sadar kalau aku benar-benar mencintaimu. Aku tidak bisa kehilangan dirimu. Bahkan untuk sebentar pun sebenarnya aku tidak mampu”
“benarkah ?”
“ne Sangjae. waktu itu aku datang terlambat karena harus berdebat dulu dengan management”
“gamsahamnida” hanya itu yang bisa keluar dari mulutku. Aku benar-benar bingung harus berkata seperti apa lagi.
“Sangjae…” panggil Kyuhyun oppa
“ah oppa. tunggu dulu. Beberapa menit lagi tahun baru. Ayo buat permintaan untuk tahun depan” ucapku yang langsung memjamkan mataku dan meminta permohonan.
‘semoga aku bisa terus bersama Kyuhyun oppa’ batinku. Tiba-tiba suara kembang api mulai terdengar dari udara. Aku segera membuka mata dan melihat keindahan kembang api yang ada di langit.
“selamat tahun baru 2012” ucapku berteriak ke arah sungai Han, ku lihat Kyuhyun oppa memandangku sambil sedikit tertawa.
Aku kembali melihat letusan kembang api yang sangat indah itu. Semua pasangan yang berada di sungai Han ini pun terlihat serius memandang kembang api yang sangat cantik di langit Seoul malam ini.
“cantik yaa oppa” puji ku pada kembang api yang berkilap kelip di langit
“iya. Seperti dirimu” ucapnya sambil memandang ke arahku
“hah ?” ucapku saat sadar apa yang di katakana Kyuhyun oppa
“Choi Sangjae. saranghae. Jeongmal saranghae” ucapnya sambil memandang mataku lekat-lekat
“na..nado saranghaeyo oppa” ucapku sambil tersenyum malu. Kyuhyun oppa segera memelukku dan mencium lembut rambutku.
“aku akan selalu menjagamu Choi Sangjae”
Saat ini perasaan ku benar benar bahagia. Akhirnya aku bisa bersama lagi dengan namja ini. Namja yang membuat perasaanku tidak karuan selama satu tahun kemarin. Semoga, Awal tahun kali ini adalah awal kebahagiaan yang semoga akan terjadi di tahun ini.

~THE END~

Iklan