SCHOOL of MAGICIAN

Cast :

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Seo Joo Hyun

Choi Sooyoung

Im Yoona

Length : chapter

Author : Fishymagnae~

~~~

*lee donghae*

Setahun setelah perang itu, city of delusion berusaha bangkit. Para penyihir hebat yang tersisa di kota itu berusaha mengembalikan kejayaan city of delusion.

Dan sekarang, 18 tahun kemudian, kota itu kembali bangkit. Dengan di jaga oleh lapisan khusus yang digunakan untuk menangkal sihir-sihir jahat yang akan memasuki kota itu.

Sekarang city of delusion berubah menjadi kota yang tidak bisa di masuki oleh sembarang orang.

SM, adalah sebuah sekolah sihir terkenal di city of delusion. Sebuah sekolah sihir yang menjadi wadah belajar para penyihir.

Banyak penyihir hebat yang lulus dari sekolah ini. Ada yang menjadi jahat maupun menjadi penyihir yang baik.

^^^^^

*seoul*

“annyeong” sapa seorang lelaki sambil memasuki toko kue milik pamannya. Lee donghae, itulah nama lelaki itu.

“yaa donghae-ah. Dari mana saja kamu ? kau tidak tau toko sedang ramai ?” omel sang paman

Donghae menghela napas, “mianhamnida ahjussi, aku tadi abis olahraga pagi”

“alah, gaya sekali kamu. Olahraga pagi hanya untuk orang kaya. Sedangkan kita tidak usah melakukannya. Buang-buang waktu saja” ucap shindong ahjussi

“ne, ara-ara. Aku ke dapur sekarang” pamit donghae sambil menghindar dari omelan pamannya.

Ayah donghae, Lee sungmin. sudah meninggal saat donghae masih kecil. Kematiannya misterius. Tiba-tiba beliau sudah tidak pernah manampakkan dirinya. Oleh karena itu ayah donghae di anggap sudah meninggal.

Sedangkan ibunya, lee sun kyu. Meninggal pada saat perang terjadi di city of delusion 17 tahun yang lalu.

^^^^^

“kau adalah penyihir hebat lee donghae” donghae yang di pandang oleh lelaki tua itu hanya diam

“ayo, kau harus segera pergi. City of delusion membutuhkanmu” ucapnya lagi lalu bangun

Donghae terbangun dari tidurnya. Ia merasakan pusing di kepalanya.

“mimpi itu lagi” gumamnya

“ini udah ketiga kalinya. Ada apa sebenarnya ? aku penyihir ? city of delusion ?” tanyanya lagi

^^^^^

“donghae, tolong buang sampah itu” suruh shin dong ahjussi, donghae segera mengambil kantong sampah itu dan membuangnya ke depan.

“donghae ?” tanya seseorang tiba-tiba

Donghae melihat lelaki di hadapannya, sepertinya ia pernah bertemu dengan lelaki ini sebelumnya. “ne ?”

“kau adalah penyihir hebat” ucapnya, “liat ini” ucapnya lagi sambil memberikan sebuah surat terhadap donghae

Donghae segera membaca isi surat itu. Saat mau menanyakaan apa maksud surat itu, lelaki itu sudah hilang entah kemana.

^^^^

Donghae terus memandang sebuah kertas putih yang sekarang ia pegang. Surat tadi. Masih membingungkan untuk donghae. Ia benar-benar bingung dengan apa yang di maksud dalam surat itu.

“donghae-ah” sapa seseorang sambil duduk di sebelah donghae

“ahjussi” ternyata shin dong ahjussi yang duduk di sebelahnya

Shin dong melirik surat yang ada di genggamana donghae. “surat apa itu ?”

Donghae menggeleng lemah, “aku tidak tau apa maksudnya” ucapnya

“bolah aku baca ?” donghae menyerahkan surat itu kepada ahjussinya.

Selamat

Kamu di terima di Screet Magician High School

Shin dong memandang donghae, “dari mana kamu dapetin ini ?”

Donghae menggeleng, “aku tadi di berikan oleh seorang lelaki”

“lupakan. Ini hanya lelucon” ucap shin dong ahjussi lalu merobek kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah.

^^^^^

“lee donghae” ucap seorang berjubah

“kau harus datang. Kau harus melawan seung hyun”

Donghae terbangun lagi. “seung hyun ? siapa dia ?”

Ia pun memutuskan untuk pergi ke dapur. Tenggorokannya sangat haus.

“na ri, mereka mengirimnya lagi dan memberikannya langsung pada donghae” ucap seseorang di balik pintu.

Saat donghae melewati kamar pamannya. Ia mendengar sedikit percakapan paman dan bibinya itu. Karena pamannya menyebut-nyebut namanya, ia memutuskan untuk mendengarkan pembicaraan mereka.

“surat itu ?” tanya istirnya, choi na ri. Shin dong mengangguk pasrah

“sepertinya kau harus memberitahu donghae yang sebenarnya” ucap na ri

“beri tahu apa ?” batin donghae

“tidak. Aku akan terus menjaga donghae. Aku akan menjaga amanah noona”

“tapi shin dong, cepat atau lambat donghae harus mengetahui hal itu. Dia harus menentukan takdirnya sendiri”

“tapi bukan sekarang” ucap shin dong lalu berjalan turun dari kasur

Donghae yang melihat kedatangan pamannya segera pergi menuju kamar. Ia tidak ingin pamannya mengetahui dirinya yang mendengarkan pembicaraan mereka.

^^^^^

Donghae kembali menendang batu krikil yang ada di hadapannya.

“maksud ahjussi dan ahjuma apa ? apa yang mereka rahasiakan dariku ?”

“aku harus tau sekarang “ ucapnya sambil berlari menuju rumah

Donghae membuka pintu masuk rumah pamannya itu. Ia melihat sebuah keluarga kecil yang sedang menonton acara televise. Toko kue milik pamannya sudah tutup sejak setengah jam yang lalu.

“kau sudah pulang ?” sapa na ri ahjuma

“hyung” panggil adik sepupunya, junsu. Yang langsung lari sambil memeluk donghae

“hyung bau. Mandi dulu sana, ntar abis itu ikut aku, appa sama eomma nonton tv. Acaranya bagus loh” nasihat junsu, donghae tertawa mendengarnya.

“siap boss” jawab donghae sambil member hormat pada junsu dan pergi ke kamarnya

^^^^^

“ahjussi, ada yang aku mau tanyakan” ucap donghae saat ia dan shin dong mengantar junsu ke kamarnya

“apa ?”

“jangan di sini. Di balkon aja”

Donghae dan shin ong berjalan ke arah balkon. Dari atas sana terlihat pemandangan kota seoul yang sangat indah malam itu.

“ada apa ? tumben kau mengajakku berbicara” tanya shin dong ahjussi

Donghae menarik napas sejenak, “aku mendapatkan ini lagi” ucapnya sambil memberi selembar kertas pada shin dong

“kan aku sudah bilang kalau ini hanya lelucon. Kau jangan menganggapnya serius” omel shin dong

“tapi aku tau ada yang kau sembunyikan dariku. Ceritakan yang sebenarnya ahjussi” ucap donghae sedikit meninggi pada ahjussinya

“kau ini. Bisakah kau berbicara sopan padaku ?” omel balik shin dong

“mianhamnida, aku hanya ingin tau sebenarnya. Sudah seminggu ini aku terus bermimpi tentang city of delusion. Aku hanya ingin tau ada apa sebenarnya” ucap donghae melemah

Shin dong memandang donghae sejenak, “mungkin kau harus tau sebenarnya”

Benar dugaan donghae. Pamannya itu menyembunyikan sebuah rahasia darinya.

“city of delusion itu benar-benar ada”

“jadi mimpiku itu benar ? lalu tentang diriku yang adalah penyhir dan tentang screet magician school itu benar ?” tanya donghae tak percaya

Shin dong menarik napas, “iya. Kau memang penyihir. Ayahmu seorang penyihir dan ibumu seorang muggle”

Donghae membulatkan matanya, “jadi, aku benar-benar penyihir. Appa adalah penyihir ? lalu eomma adalah muggle ? tunggu dulu, muggle itu apa ?”

“muggle adalah manusia biasa yang mendapat kebijakan khusus untuk memiliki ilmu sihir. Para muggle biasanya berasal dari anak-anak yang cerdas” *ini versi author yaa hehe*

“berarti eomma itu cerdas ?”

“ne, dia sangat cerdas. Dia itu wanita tercerdas yang pernah ku temui” ucap shin dong sambil memandang lurus

Donghae melihat ketulusan dari mata pamannya itu. Ia benar-benar merasakan bagaimana besarnya kasih sayang yang shin dong miliki untuk eommanya itu.

“kau menyayangi eomma ?”

“ne. dia sudah seperti ibuku sendiri. Kasih sayangnya, perhatiannya, kebaikannya. Semuanya” ucapnya sedikit tersenyum. “sampai surat itu datang” senyumnya tiba-tiba hilang

Donghae memandang pamannya itu lekat-lekat. Shin dong lalu menarik napasnya. “aku akan memberitahukannya”

Flashback

 

“saeng, aku mendapatkan ini” ucap sun kyu sambil memeberikan sebuah surat pada shin dong yang sedang asik membaca sebuah komik

“apa itu ?” tanya shin dong sambil menutup komiknya

“surat screet magician school” ucap sun kyu girang

“wahh benar noona ? chukae. Kau harus meneraktirku untuk merayakan itu” pinta shin dong

Sun kyu terlihat berfikir sejenak. “baiklah, karena hari ini hari keberuntunganku, aku akan meneraktirmu makan”

^^^^^

“kau  benar-benar akan pergi noona ?” tanya shin dong yang kini sudah berada di kamar sun kyu.

Terlihat noonanya itu sedang merapihkan barang-barang yang akan di bawanya. Besok, sun kyu akan memulai pengalamannya dalam dunia sihir. Ia akan belajar di screet magician.

Sun kyu memandang dongsaengnya itu lalu tersenyum, “iya. Makanya kau harus rajin belajar, biar 3 tahun lagi kau bisa masuk SM. 3 tahun lagi aku masih menjadi murid di sana kok” jelas sun kyu

“tapi tetap aja 3 tahun tanpa noona itu berat banget. Engga ada yang bantuin aku ngerjain pr lagi ntar” keluh shin dong, sun kyu hanya tertawa

“kalau itu mah kamu harus belajar sendiri. Biar pintar haha”

Wajah shin dong bersemu merah. Melihat kakaknya tertawa lepas, ia jadi ikut tertawa. Noonanya itu adalah matahari yang selalu menghangatkannya. Tawanya yang lepas membuatnya selalu tertawa walau dalam keadaan sedih sekalipun.

Sebenarnya, ia ingin noonanya memilih untuk menemaninya di sini, seoul. Bukan di kota tidak terlihat seperti city of delusion.

^^^^^

“kau masih merindukan eomma ?” tanya donghae hati-hati

“selalu. Setiap malam, aku selalu kangen di bacakan dongen seperti waktu dulu dia membacakannya untukku” jawab shin dong

“aku bahkan belum pernah di bacakan dongeng sebelum tidur sama eomma”

Shin dong tersenyum sambil memandang donghae. “Aku tau, sebenarnya, yang paling tersiksa itu kau hae. Dulu, kau lahir pada saat city of delusion di serang oleh city of darkness. Jadi setelah melahirkan mu, data kondisinya seperti itu, ia tetap memaksakan dirinya untuk berjuang”

Flashback

*seoul, 18 tahun lalu*

 

“tolong jaga donghae. Dia dalam bahaya” ucap seorang yeoja pada namja di hadapannya

“tapi noona ?” tolak adiknya itu, lee shin dong

“shin dong ? bisakah kau membatu noona ? city of delusion di serang. Dan sekarang seung hyun mengincar donghae” jelas wanita itu, lee sun kyu.

Shin dong menarik napas sejenak. “baiklah, noona jaga diri baik-baik” pesan shin dong. Sun kyu hanya tersenyum

“aku punya pesan untukmu” ucapnya

“tolong jaga donghae, jangan sampai ia jatuh ke tangan seung hyun. Nanti, pada saat umur dia 18 tahun, ia akan bersekolah di SM. Jadikan dia penyihir seperti keinginan sungmin oppa”

“tapi noona, kau akan kembali kan ?” tanya shin dong khawatir

“entahlah, itu tidak penting sekarang. Yang penting ku harus menjaga donghae dan wujudkan impian sungmin oppa” ucap sun kyu

“aku pergi dulu, suasana makin genting” ucapnya, setelah itu ia pergi meninggalkan rumah adiknya itu.

^^^^^

Tok tok tok

Pintu kediaman shin dong di ketok oleh seseorang. Hari itu, di seoul masih malam sekali. Sekitar pukul setengah satu malam.

“Siapa sih yang bertamu malam-malam begini ?” keluh na ri sambil turun dari tempat tidurnya

Ia segera berjalan menuju ruang keluarga. Ketika di bukakan pintu, ia melihat seseorang mengenakan jubah.

“anda siapa ?”

tbc..

Iklan