Stay Without You – part 4

Cast :

Seo Joo Hyun –SNSD-

Cho Kyuhyun –Super Junior-

Support Cast :

Lee Sungmin –Super Junior-

Song Victoria –F(X)-

Shim Changmin –DBSK-

Length : Chapter

Author: chaicha~

 

Annyeong^^ diriku kembali dengan lanjutannya^^ mianhae yaa kalo postnya lama *kayak ada yang baca aja* maklum lagi sibuk._.v Happy Reading all^^

~~~


 

Stay without you~

Part four~

Seohyun menarik napas dan membuangnya. Menenangkan diri sebelum bertemu Kyuhyun.

Krekk

Akhirnya berhasil! Seohyun berhasil memutar knop pintu tersebut. Namun pemandangan didalam bukan seperti yang ia inginkan. Air matanya tiba-tiba jatuh lagi. Perlahan ia mundur beberapa langkah dan akhirnya ia segera berlari meninggalkan Leeteuk yang memandangnya bingung.

***

Leeteuk melangkahkan kakinya memasuki ruang inap Kyuhyun. Namja itu terpaku. Dihadapannya terlihat seorang yeoja yang sedang duduk sebuah kursi yang sengaja ditaruh disebelah tempat tidur Kyuhyun. Namun bukan itu yang membuat Leeteuk terpaku. Yeoja itu sedang tertidur dilengan Kyuhyun.

Mendengar pintu terbuka, gadis itu tersadar dari tidurnya. Setelah mengumpulkan nyawa, gadis itu segera bangun dan menghampiri Leeteuk.

“Annyeong oppa” sapanya,

“Annyeong, Kau.. yang di Paris kemarin kan ?” tanya Leeteuk sambil mengingat-ingat.

“Nde, Park Sung Rin imnida” jawab gadis yang bernama Sung Rin tersebut.

Flashback :

Kyuhyun memutar ponselnya untuk kesekian kalinya. Wajahnya muram. Membuat banyak member disekelilingnya menatapnya bingung.

“Kau ada malasah Kyu ?” tanya Sungmin sambil duduk disebelah Kyuhyun.

“Anio” jawab Kyuhyun singkat sambil terus memandang ponselnya.

Untuk beberapa menit Sungmin dan Kyuhyun dilanda keheningan. Tiba-tiba keheningan itu pecah saat mendengar ringtone tanda pesan masuk dari ponsel Kyuhyun.

Kyuhyun membuka pesan tersebut. Namja itu tanpa sadar langsung membelalakan matanya saat membaca pesan yang masuk ke ponselnya. Tanpa sadar namja itu menaruh dengan kasar ponselnya ke atas meja dan pergi meninggalkan Sungmin yang memandang namja itu dengan bingung.

Sungmin mengambil ponsel Kyuhyun. Pesan yang masuk sebelumnya belum dikeluarkan oleh Kyuhyun. Sungmin pun tanpa sengaja membaca pesan yang membuat Kyuhyun kalang kabut itu.

From : Sung Rin

Oppa, Aku sudah didepan hotel tempat kalian menginap. Cepat jemput Aku dibawah atau nanti akan Aku adukan pada ahjusi bahwa kau telah bertindak tidak benar!!!

Sungmin tertegun membaca pesan tersebut. Setelah beberapa menit berdiam diri, namja itu akhirnya memutuskan untuk menyusul Kyuhyun ke lantai bawah.

Langkah Sungmin akhirnya sampai didepan pintu lift yang masih tertutup itu. Akhirnya namja itu memutuskan untuk turun melalu tangga darurat.

*Sungmin POV*

Damn! Kenapa lift ini lama sekali terbukanya?  Tidak tau aku sedang buru-buru?

Aku memutuskan turun melalui tangga darurat. Setelah turun satu lantai, Aku memutuskan untuk kembali mencari lift, siapa tau dilantai ini liftnya sedang terbuka.

Namun, baru saja Aku keluar dari pintu tangga darurat ini, Aku menyaksikan sebuah kejadian yang entah sejak tadi sudah Aku takutkan akan terjadi. Seohyun sedang berdiri memandang seseorang, anio dua orang, di dalam lift. Aku tau mereka siapa, Kyuhyun dan Sung Rin.

Tak lama Aku mendengar suara Kyuhyun memanggil Seohyun. Namun, Seohyun malah berlari menuju pintu tangga darurat yang ada disebelahku. Aku segera berusaha bersembunyi di sebelah pot agar Seohyun tidak mengetahui keberadaanku. Yaa sebenarnya ini masih sangat mudah untuk terlihat, namun mungkin karena Seohyun sedang dalam keadaan seperti ini jadi dia tidak terlalu peka pada lingkungannya.

***

*author pov*

Seohyun memberhentikan mobilnya didepan sebuah taman tempat kenangannya bersama Kyuhyun terdahulu. Yeoja itu kembali menghembuskan napas pelan, berusaha menguatkan kembali dirinya,

Perlahan air matanya kembali menetes membasahi pipinya. Suaranya terdengar parau, membuat siapa saja yang mendengarnya pasti akan merasakan apa yang sedang Seohyun rasakan saat itu.

Yeoja itu sama sekali tidak menghapus air matanya, ia bahkan membiarkannya keluar dengan bebas tanpa sedikit pun disentuhnya.

Sudah hampir setengah jam gadis itu terus menangis didalam mobilnya. Kini air matanya sudah mulai berhenti mengalir dibanding sebelumnya.

Drtt drtt

Ponselnya bergetar, menandakan sebuah pesan baru saja masuk disana.

From : Taeyeon eonni

Hyunni kau dimana ? sudah malam, kapan kau akan pulang ?

Seohyun menarik napasnya sejenak lalu segera mengetik pesan balasan untuk Taeyeon.

To : Taeyeon eonni

Aku sebentar lagi pulang

Seohyun segera mengambil tissue yang ada di mobilnya dan segera menghapus air matanya. Setelah menarik napas agar merasa lebih tenang, gadis itu segera menjalankan mobilnya menuju dorm snsd.

***

“Hyunni bangun” ucapan lembut dari Hyoyeon membuat Seohyun sedikit membuka matanya.

Seohyun membuka kedua kelopak matanya. Hyoyeon tersenyum manis menyambut Seohyun yang baru sjaa membuka matanya.

“Tumben kau terlambat bangun, dan juga semalam kau pulang terlambat. Waeyo Hyunni? Ada masalah ?” tanya Hyoyeon saat Seohyun baru saja mendudukan badannya di atas kasurnya.

Seohyun menarik senyum simpul dari bibirnya, “Anio eonni, semuanya baik-baik saja” jawab Seohyun.

“Baiklah kalau begitu, ayo cepat cuci mukamu, member yang lain sedang menunggumu di meja makan” ucap Hyo sambil berjalan menuju pintu kamarnya.

“Ne eonni” jawab Seohyun sambil tersenyum memandang Hyoyeon.

***

Seohyun berjalan memasuki gedung SMent sambil memasukkan ipodnya ke dalam tas. Karena tidak memperhatikan jalan, yeoja itu tidak sengaja menambrak seseorang sampai membuat barang-barang yang dibawa yeoja itu jatuh.

“Mianhae, Aku tidak sengaja” ucap Seohyun sambil memunguti barang-barang milik orang itu

“Gwenchana, aku juga sedang tidak melihat” jawabnya yang ternyata seorang yeoja. Seohyun mengangkat wajahnya dan menemukan sebuah wajah yang sangat familiar untuknya.

“Seohyun SNSD ? jinjja ? ahh eonni, Aku sangat mengidolakanmu” ucap gadis itu histeris saat melihat Seohyun.

“Gamsahamnida” jawabnya diiringin senyuman yang sangat kaku dari bibirnya.

Gadis itu tidak perduli dengan senyuman kaku yang berasal dari bibir Seohyun. Ia bahkan segera membuka tasnya dan mengambil ponselnya.

“Eonni, bolehkah aku berfoto denganmu ? jeballll” rengek gadis itu

Sebenarnya Seohyun ingin segera meninggalkan gadis itu. Tapi kalau sampai ia lakukan itu, ia bisa saja merusak nama SNSD.

“Ne” jawab Seohyun dengan sebuah senyum kecil yang ia paksakan.

Setelah berfoto beberapa kali, gadis itu mengeluarkan sebuah kertas dan pulpen lalu memberikannya pada Seohyun.

Sebagai artis Seohyun mengerti apa yang dimaksud oleh anak itu. Ia segera menandatangi kertas itu. “Namamu siapa ?” tanya Seohyun.

“Park Sung Rin imnida” ucapnya

***

“Kau mengenalnya ?” tanya Hyoyeon tiba-tiba

“Nugu ?” tanya Seohyun yang tidak mengerti pertanyaan Hyoyeon.

“Gadis tadi. Sepertinya kau mengenalnya tapi… entah aku menangkap bahwa kau tidak menyukainya” ucap Hyoyeon

“Memang benar eonni” jawab Seohyun pelan dan lirih

“Ne ? tadi kau bicara apa Hyunni ?” tanya Hyoyeon.

“Anio” jawabnya sambil tersenyum, “Ayo eonni kita rapat” ucap Seohyun sambil menarik tangan Hyoyeon menuju ruang rapat.

Ruang rapat sudah hampir penuh. Disana hanya tersisa lima buah bangku yang masih kosong. Seohyun langsung mengambil bangku disebelah Sooyoung dan Hyoyeon disebelah Tiffany.

“Manager Kim dimana ? bukankah harusnya rapat sudah mulai sejak lima menit yang lalu ?” tanya Seohyun pada Sooyoung.

“Sedikit terlambat. Ada data-data yang harus dipersiapkan sebentar” jawab Sooyoung

Seohyun mengangguk anggukkan kepalanya tanda mengerti. Ia lalu mengambil tasnya. Niatnya untuk mengambil ponselnya, tapi sang manager tiba-tiba datang dan membuat Seohyun mengurungkan niatnya.

Manager Kim datang bersama seorang anak perempuan. Seohyun mengalihkan pandangannya ke arah depan. Matanya langsung terbelalak saat melihat sang anak perempuan tersebut.

“Perkenalkan dia Park Sung Rin. Dia akan menjadi anggota ke sepuluh SNSD” ucap Manager Kim.

Semua anggota SNSD memberikan reaksi yang sama. Membelalakan matanya. Kaget dengan ucapan Manager Kim. Sudah hampir 4tahun mereka hidup bersembilan, tiba-tiba harus ditambah seorang lagi ?

“Maksud oppa SNSD akan menjadi sepuluh member ?” tanya Taeyeon mewakili satu pertanyaan yang ada dibenak semua anggota SNSD.

“Nde, benar Taeyeon” jawab Manager Kim, “Sung Rin, perkenalkan dirimu”

Gadis itu menarik sebuah senyuman lalu berjalan selangkah ke depan. “Annyeonghaseo, Joneun Park Sung Rin Imnida” ucap gadis itu

“Dia hanya berbeda setahun darimu Seohyun dan Yoona. Dia 92 lines. Pernah menempuh pendidikan di Inggris” jelas Manager Kim.

Seohyun masih shock. Ia bahkan tidak mendengar semua perkataan manager Kim. Pikirannya kacau. Namun ia berusaha bertahan. Ia tidak ingin semua anggota mengetahui keadaannya yang sedang terpuruk saat ini.

“Cukup sekian rapat kali ini. Sung Rin akan mulai pindah ke dorm kalian dua hari lagi. Annyeong” ucap Manager Kim sambil merapihkan berkasnya dan pergi meninggalkan semua member SNSD.

Seohyun segera melangkahkan kakinya meninggalkan ruang rapat tersebut. Langkahnya ia terus jaga agar tidak goyah. Highheels yang biasanya tidak menyusahkannya untuk kali ini sangat menyulitkannya untuk berjalan. Ia berniat untuk melepasnya, tapi, apa nanti kata orang, Seohyun dari SNSD berjalan tanpa menggunakan alas kaki ?

Parkiran. Tempat yang ia tuju saat ini. Pikirannya kacau. Gadis itu bingung harus melakukan apa. ia tidak pernah seterpuruk ini.

Setelah sampai di dalam mobilnya, Seohyun segera melampiaskan semua air matanya yang sejak tadi ia terus tahan. Tangisnya diam, hanya sesekali terdengar cecegukan.

Gadis itu sama sekali tidak berniat untuk menghapus air matanya. Ia biarkan air matanya membasahi pipinya yang chubby itu.

Ia menangis sudah hampir setengah jam. Dengan gemetar ia memasukkan kunci mobil ditempatnya. Setelah menarik gas, ia segera membawa mobilnya pergi dari gedung SMent.

***

“MWO ? KAU MENJADI ANGGOTA KESEPULUH SNSD ?” tanya Kyuhyun kaget. Namja yang tadinya sedang asik bermain psp segera mengalihkan pandangannya dari benda kesayangannya itu.

“Ne, Bukan kah bagus oppa ? Aku bisa satu grup dengan idolaku” jawab Sung Rin sumringah.

“Berarti kau menempati posisi sebagai…..Magnae ?” tanya Kyuhyun

Sung Rin mengangguk mantap.

“Kau menggantikan posisi Seohyun ?” tanya Kyuhyun lagi

Sung Rin menghentikan aktifitasnya memainkan ponselnya. “Terpaksa, umurku lebih muda setahun dibandingkan Seohyun eonni” jawab Sung Rin

Kyuhyun diam. Ia tau, Seohyun pasti sangat terpukul dengan kejadian ini. Dirinya yang sudah menjadi magnae sejak SNSD berdiri, kini akan terusik dengan kehadiran seorang member baru yang juga telah merebut Kyuhyun darinya.

***

Seohyun terus mengetik sesuatu di laptopnya. Ia terlihat sangat serius, bahkan sejak satu jam yang tadi, ia belum bergerak dari tempatnya itu.

Hyoyeon masuk ke dalam kamar Seohyun yang juga menjadi kamarnya. Ia menatap Seohyun dari ambang pintu. Ia tau, hati Seohyun saat ini sedang kacau. Posisinya sebagai magnae selama ini, akhirnya harus tergantikan oleh seorang anak baru.

“Gwenchana ?” tanya Hyoyeon sambil duduk dipinggir tempat tidur. Seohyun menghentikan aktifitasna dan berbalik.

“Nde” jawabnya dengan senyum. Hyoyeon tau, senyum yang saat ini berkembang diwajah Seohyun hanyalah senyum palsu agar Hyoyeon tidak khawatir.

“Walaupun ia menjadi magnae baru, tapi bagiku, magnae SNSD hanya dirimu Seohyun” ucap Hyoyeon

“Gomawo eonni” jawab Seohyun langsung bangun dari kursinya dan memeluk Hyoyeon. “Hanya eonni yang mengerti perasaanku” lanjutnya

Hyoyeon mengusap punggung Seohyun. Ia tau, magnaenya ini sedang menangis. “Hyunnie, bukan hanya aku saja, tapi semuanya juga mengerti perasaanmu, hanya saja mereka tidak berani mengganggumu. Mereka ingin kau tenang dulu” jelas Hyoyeon.

Seohyun tersenyum lirih ke arah Hyoyeon. Perasaannya kacau.

***

Kyuhyun berjalan menuju kamar Leeteuk. Ia tak tau lagi harus kemana menghubungi Seohyun selain melewati perantara. Dan ia tahu, Leeteuk adalah pilihan terbaiknya. Hyungnya itu adalah merupakan salah satu Oppa kesayangan Seohyun.

Setelah mengetuk pintu dan mendengar izin untuk masuk, Kyuhyun segera masuk ke dalam kamar Hyungnya itu.

“Ada apa? Aku baru saja pulang Kyu. Aku ingin tidur” omel Leeteuk

“Hyung. Bantu Aku. Ku mohon. Seohyun tidak menerima semua panggilanku, pesanku tidak dibalasnya. Bantu Aku Hyung. Aku khawatir dengannya” ucap Kyuhyun

Leeteuk membuka baik baik kedua matanya. Ia lalu segera menghembuskan napas pendek. “Arraseo. Kau ambilkan ponselku” perintah Leeteuk.

Kyuhyun dengan cepat mengambil ponsel Hyungnya yang terletak diatas laci. Setelah itu ia segera memberikannya pada Leeteuk.

Leeteuk segera menekan nekan ponselnya. Tak lama ia segera menempelkan benda penghubung itu ke telingnya.

“Yoboseo. Seohyun-ah, apa kabar ?”

“Anio, Aku hanya khawatir dengan keadaanmu”

“Kau tau saja. Hahaha. Jadi benar kau tidak apa apa ?

“Baiklah, maaf telah mengganggu tidurmu Seohyun”

Leeteuk segera menutup percakapan itu. Ia juga tidak enak harus mengganggu jadwal tidur malam Seohyun.

“Sudah kan ?”

“Gomawo Hyung” ucap Kyuhyun “Setidaknya malam ini aku bisa tidur lebih tenang” ucapnya segera bangun dari kursi yang ada dikamar Leeteuk.

Kyuhyun segera berjalan meninggalkan kamar Hyungnya itu dengan tenang. Setidaknya ia bisa tidur malam dengan tenang untuk malam ini.

***

Seohyun berjalan sambil membawa secangkir teh hangat untuk dinikmatinya sambil membaca majalah terbarunya.

Langkahnya terhenti saat melihat tumpukan koper di pintu masuk dormnya. Pintu dormnya terbuka. Tiffany berjalan masuk sambil membawa sekantong belanjaan.

“Ini koper eonni ?” tanya Seohyun polos

“Anio, sepertinya ini milik magnae baru itu” jawab Tiffany sambil berlalu meninggalkan Seohyun.

Drttt drttt

Ponselnya bergetar. Sebuah email masuk ke dalam inboxnya.

Prangggg!!!!!…

Cangkir berisi teh itu tumpah dan isinya mengenai kaki Seohyun. Air panas yang tertumpah dikakinya tidak terasa sakit. Rasa sakitnya itu telah diambil alih oleh rasa sakit di hatinya.

Sebuah email berisi foto Kyuhyun sedang bersama seorang gadis membuat Seohyun kalab dan melupakan dunia sekitarnya. Dan entah kenapa sekarang semuanya mulai terasa gelap.

To Be Continue…

***

Iklan